pusing

Beberapa hari ini lagi sakit, biasalah demam flu, malesss bgt rasanya harus ambruk disaat ga pgn ambruk. Dan kali ini aku pgn cerita tentang sebuah rumah, rumah yang kacau, bukan karena barang-barang berantakan, tapi 'Γ­sinya'.
Sungguh aku cuma pgn suasana rumah yang enak, yg bener-bener enak....

Sering aku berfikir sepertinya sudah saatnya aku keluar rumah... bener-bener keluar rumah, mandiri. 
Tapi masih banyak pertimbangan. 
Kerja di Malang, belum menikah, rumah di Malang, kalau keluar dari rumah, apa kata orang ?

Ga kebayang kalau ga ada adek, gimana suasana rumah itu, pasti makan kacau dan aku pasti makin tdk akan betah. Yang paling aku benci adalah kalau mama udah mulai meracau, semua bisa kena, orang rumah ga ada yang peduli lah, tentang buruknya ayah lah dan lalala sebagainya semua salah. Padahal belum tentu mama juga benar. :)

Bingung jadi anak di rumah tangga itu. 
Aku ga bisa menjelaskan detail apa apa yang aku liat dan rasakan, tapi yang jelas rumah itu dingin, tense, dan menurutku sudah berada di level tidak nyaman. 

Aaaaargh. 

Mungkin itu juga jadi salah satu alasan aku tidak terburu-buru untuk menikah. Pertimbanganku banyak. Mungkin lebih banyak daripada orang lain. Bukan krn apa, seumur hidupku yg aku liat adalah pahitnya sebuah rumah tangga. Manisnya ? 1/100. 
Setauku, serasaku.

Ga ada yang tau pasti apa yang akan terjadi di depan nanti, tapi setidaknya aku punya impian punya cita-cita seperti apa 'rumah' yang akan aku bangun bersama suamiku kelak. 
Rumah yang hangat dan penuh kasih sayang, bukan hanya kasih sayang orang tua ke anak, tapi juga kasih sayang antara ibu dan bapak sebagai orangtua. 

Yaudah si gitu aja mau kerja lagi, bye !

Salam Sambat :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bang Bang !

tiba-tiba